Friday, July 7, 2017

Sholat Jum’at di hari Jum'at

5

Assalamu'alaikum Wr Wb.

Hay Sobat Muslim, apa kabar ? baik kan ? setelah sekian lama nggak nge post kali ini saya ingin nge post lagi tentang Sholat Jum'at.
kenapa saya nge post soal ini ? karena masih banyak orang orang islam yang terlalu menganggap remeh tentang sholat Jum'at ini.
oke, langsung saja kita baca yang ada di bawah gambar ini.

Sholat jum’at ialah sholat dua raka’at sesudah khotbah pada waktu dhuhur pada hari jum’at.
v        

  • Hukum Sholat Jum’at

Hukumnya yaitu Fardhu ‘ain, yang artinya wajib atas setiap laki laki dewasa yang beragaman Islam, merdeka, dan tetap didalam negeri. Perempuan, kanak kanak, hamba sahaya, dan orang yang sedang dalam perjalanan tidak wajib sholat Jum’at.

Seperti didalam Firman Allah, Q.S Al Jumu’ah ayat 9 yang artinya, :

“Hai orang orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sholat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan Jual beli.”

(Yang dimaksud dengan “jual beli” ialah segala pekerjaan selain dari urusan sholat.)

Sesuai Sabda Rasulullah Saw. :

“Sholat Jum’at itu hak yang wajib dikerjakan oleh tiap tiap orang Islam dengan berjama’ah, kecuali 4 macam orang: (1) Hamba sahaya yang dimiliki. (2) Perempuan. (3) Anak anak. (4) Orang sakit.”   ( Riwayat Abu Dawud dan Hakim )

“Hendaklah para kaum benar benar menghentikan kebiasaan mereka meninggalkan sholat jum’at, atau Allah benar benar akan mengunci mati hati mereka, kemudian mereka benar benar termasuk orang orang yang lalai.” ( Riwayat Muslim )


  •  Syarat syarat wajib Sholat jum’at

1.       Islam, tidak wajib atas orang non Islam.
2.       Baligh (dewasa), tidak wajib Sholat Jum’at atas kanak kanak.
3.       Berakal, tidak wajib Sholat Jum’at atas orang gila.
4.       Laki laki, tidak wajib Sholat Jum’at atas perempuan.
5.       Sehat, tidak wajib Sholat Jum’at atas orang sakit atau berhalangan.
6.       Tetap didalam negeri, tidak wajib Sholat jum’at atas orang yang sedang dalam perjalanan.


  • Syarat Sah mendirikan Sholat Jum’at


1.       Hendaklah diadakan didalam negeri yang penduduknya menetap, yang telah dijadikan watan (tempat tempat), baik di kota kota maupun dikampung kampong (desa desa). Maka tidak sah mendirikan Jum’at di ladang ladang yang penduduknya hanya tinggal disana untuk sementara waktu saja. Di masa Rasulullah Saw. Dan dimasa Sahabat yang empat, Jum’at tidak pernah didirikan selain di negeri yang penduduknya menetap.

2.       Berjama’ah, karena di masa Rasulullah Saw.  Sholat Jum’at tidak pernah dilakukan sendiri sendiri. Bilangan jama’ah, menurut pendapat sebagian ulama, sekurang kurangnya adalah 40 orang laki laki dewasa dari penduduk negeri. Ulama yang lain mengatakan lebih dari 40. Sebagian lagi berpendapat cukup dengan 2 orang saja, karena 2 orang pun sudah dapat dikatakan berjama’ah.

3.       Hendaklah dikerjakan di waktu Dhuhur.

Seperti Sabda Rasulullah Saw,

Dari Anas, “Rasulullah Saw. Sholat Jum’at ketika matahari telah tergelincir.”                    ( Riwayat Bukhori )

4.       Hendaklah didahului oleh 2 khutbah.

Seperti Sabda Nabi Saw,

Dari Ibju Umar, “Rasulullah Saw. Berkhutbah 2 khutbah pada hari Jum’at dengan berdiri, dan beliau duduk diantara 2 khutbah itu.” ( Riwayat Bukhori dan Muslim )

Semoga dengan sedikit tulisan artikel diatas, kita dapat menambah dan terus menambah keimanan dan ketaqwa'an kita kepada Allah Swt.

mohon maaf apabila masih terdapat tulisan kata yang salah, karena manusia tidak akan luput dari kesalahan.

akhir kata dari saya,

Wassalamu'alaikum Wr Wb.

*Refrensi Dari Kitab Fiqh Islam karya H.Sulaiman Rasjid

Saturday, June 24, 2017

Hal hal yang disunahkan pada 2 Hari Raya

2

Assalamu'alaikum Wr Wb.

Hay sobat muslim, mungkin udah banyak yang tau apa apa saja sunah sunah pada saat sholat Id (Sholat idul Fitri dan Sholat Idul Adha).



nah, Kenapa kali ini saya membuat artikel tentang sunah, karena sunah adalah hal hal yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Dan insyaAllah apabila kita melakulannya kita akan mendapat bonus dari Allah yang berupa pahala tambahan.
Langsung saja dibawah ini adalah beberapa sunah nabi yang dilakukan pada 2 hari raya .

1. Disunatkan Berjamaah

2. Takbir 7 X sesudah membacad doa iftitah dan sebelum membaca ta'awudz pada rakaat pertama. Dan pada rakaat kedua 5 X takbir sebelum membaca Al Fatihah selain dari takbir berdiri.

Seperti sabda Nabi,

Dari Amr bin Syu'aib, "Sesungguhnya Nabi SAW. Takbir pada hari raya 12 takbir. 7 pada raka'at pertama dan 5 pada raka'at terakhir." 
(Riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban)

3. Mengangkat kedua tangan setinggi bahu pada tiap tiap takbir.

4. Membaca tasbih diantara beberapa takbir.

5. Membaca surat Qāf sesudah Fātihah pada raka'at pertama, dan surat Qamar pada raka'at kedua. Atau surat Al-A'lā pada raka'at pertama, dan Al Gāsyiyah pada raka'at kedua.

6. Menyaringkan (mengeraskan) bacaan, kecuali ma'mum.

7. Khutbah 2 X sesudah sholat. Keadaan Khutbahnya seperti 2 khutbah Jum'at.

8. Khutbah pertama hendaklah dimulai dengan takbir 9 X. Sebagian ulama mengatakan bahwa khutbah hari raya tidak dimulai dengan takbir seperti itu. Hanya, semua khutbah baik khutbah Id ataupun lainnya, hendaklah dimulai dengan puji pujian (Alhamdulillah).

9. Dalam khutbah hari raya Fitri hendaklah diadakan penerangan zakat fitrah, dan pada hari raya Idul Adha diadakan penerangan tentang hukum hukum kurban.

10. Pada hari raya disunatkan mandi dan berhias memakai pakaian yang sebaik baiknya.

Seperti sabda Rasulullah,

Dari Hasan bin Ali, "Rasulullah SAW. Menyuruh kami pada hari raya supaya memakai pakaian sebaik baiknya yang afa pada kami, dan wangi wangian sebaik baiknya yang ada pada kami, dan bwrkurban dengan binatang segemuk gemuknya yang ada pada kami." 
(Riwayat Hakim dan Ibnu Hibban)

11. Disunatkan makan sebelum pergi Sholat pada Hari Raya Fitri sedangkan pada hari Raya Idul Adha disunatkan tidak makan terlebih dahulu, kecuali sesudah sholat.

Dari Anas, "Nabi SAW . Tidak pergi mengerjakan sholat pada hari raya Fitri, sebelum beliau memakan beberapa biji kurma terlebih dahulu." 
(Riwayat Ahmad dan Bukhori)

Dari Buraidah, "Nabi SAW. Tidak makan pada hari raya Idul Adha hingga beliau kembali dari sholat."
(Riwayat Tirmidzi)

12. Ketika pergi sholat hendaklah melalui satu jalan, dan kembalinya melalui jalan yang lain.

13. Pada 2 hari raya disunatkan takbir diluar sholat. Waktunya, pada hari raya Fitri mulai dari terbenamnya matahari pada malam hari raya sampai imam mulai sholat. takbir ini disunatkan disegala tempat, baik dimasjid, dimushola, dirumah, dipasar, atau lain lainnya, malam atau siang, asal pada waktu tersebut, baik orang yang tetap didalam negeri ataupun orang yang dalam perjalanan. Takbir ini oleh ahli Fiqh dinamakan Takbir Mutlaq. 

Adapun pada hari raya Idul Adha disunatkan takbir setelah selesei sholat fardhu yang 5, baik sholat Ada'an ataupun Qada. Begitu juga sesudah sholat jenazah ataupun sholat sunah yang lainnya. Mulai waktu takbir ialah dari terbenamnya matahari pada malam hari raya Idul Adha sampai sesudah sholat Ashar penghabisan hari Tasyrik (tanggal 13 Zulhijah). Ini dinamakan Takbir Muqayyad.

Seperti Firman Allah Swt,

"Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya, dan hendaklah kamu mengagungkan (Takbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu." 
(Q.S Al Baqarah : 185)

"Dan berdzikirlah (dengan menyebut) nama Allah dalam beberapa hari yang berbilang." 
(Q.S Al Baqarah : 203)

Kata Ibnu Abbas, yang dimaksud dengan "beberapa hari yang berbilang" itu ialah hari Tasyrik.

Itulah beberapa hal hal yang disunahkan pada 2 Hari Raya, semoga dengan kita melaksanakan hal hal yang disunahkan tersebut kita dapat menambah ketaqwaan dan keimanan kita kepada Allah Swt.

Sesungguhnya tidak ada manusia di dunia ini yang selalu benar dan juga tidak pernah melakukan kesalahan, maka dari itu saya mohon maaf apabila dalam penulisan artikel ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan

Sekiranya cukup dari saya, Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Akhir kata dari saya,

Wassalamu'alaikum Wr Wb.

Thursday, June 22, 2017

Hal yang membatalkan shalat

11

Hay sobat muslim, mungkin udah banyak yang tau tentang hal hal yang membatalkan sholat. Tetapi disini saya ingin memberikan yang lebih detail tentang hal yang membatalkan sholat.





Sholat adalah kewajiban bagi setiap Muslim untuk melaksanakannya, Sholat juga adalah tiang agama umat Islam. mungkin apabila tidak ada tiang (sholat) tersebut agama islam bisa hancur. Karena pertama kali amal yang akan dipertanggung jawabkan di alam kubur ialah Sholat.
Jadi, kita sebagai umatnya nabi Muhammad SAW jangan sampai kita meninggalkan kewajiban kita sebagai umat Islam.
dibawah ini, adalah Hal Hal yang dapat membatalkan Sholat kita.
Saya harap semua pembaca dapat membaca hingga akhir dan diterapkan dalam ibadah sholat sehingga ibadah sholat kita bisa InsyaAllah Sempurna.

1. Meninggalkan salah satu rukun atau sengaja memutuskan rukun sebelum sempurna, umpamanya melakukan i'tidal sebelum sempurna rukuk.

2. Meninggalkan salah satu syarat, misalnya berhadas, dan terkena najis yang tidak dimaafkan, baik pada tubuh atau pakaian, sedangkan najis itu tidak dapat dibuang ketika itu. Kalau kotoran itu dapat dibuang ketika itu juga, maka shalatnya tidak batal. Serta terbuka aurat, sedangkan ketika itu tidak dapat ditutup. Kalau saat itu juga dapat ditutup kembali, maka sholatnya tidaklah batal.

3. Sengaja berbicara, dengan kata kata yang biasa ditujukan kepada manusia, sekalipun kata kata tersebut bersangkutan dengan sholat, kecuali jika lupa.

 Sesuai sabda Rasulullah SAW. :

 Rasulullah SAW berkata kepada mu'awiyah bin hakam, "sesungguhnya sholat itu tidak pantas  disertai dengan percakapan manusia. yang layak dalam sholat ialah tasbih, takbir, dan membaca  Qur'an." (Riwayat Muslim dan Ahmad)

Ketika orang yang sedang sholat hendak memberitahukan suatu kejadian karena sangat penting (darurat), misalnya memperingatkan imam, memperingatkan orang yang akan terjatuh, atau memberorang yang akan masuk ke rumahnya, hendaklah ia membaca tasbih ( Subhanallah ) kalau laki laki, dan kalau perempuanhendaklah bertepuk.

 Seperti sabda Rasulullah SAW. :

 Dari Sahl bin Sa'di, dari Nabi SAW, "Barang siapa yang terpaksa untuk memberitahukan suatu  kejadian dalam sholat, hendaklah ia membaca tasbih, dan hanya bertepuk tangan untuk perempuan."  (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Adapun mendehem dehemkan atau menunjuki bacaan imam apabila ia ragu ragu atau lupa, tidaklah membatalkan sholat.

Dari Ali R.W ia berkata, "Saya diperbolehkan oleh Rasulullah SAW. datang kepada beliau, baik diwaktu siang atau di waktu malam. dan apabila saya datang kepada beliau diwaktu beliau sedang sholat, beliau mendehem dehem kepada saya (untuk mengizinkan saya)."
(Riwayat Ahmad, Ibnu Majah, dan Nasai)

Sabda Rasulullah SAW. :

Dari Ibnu Umar, "Sesungguhnya Nabi SAW. telah membaca sesuatu ketika sholat, tetapi ragu ragu pada bacaan itu. Setelah sholat beliau berkata kepada Umar, 'Adakah engkau ikut sholat tadi bersama dengan kami?' Jawab Umar, 'Ya, saya ikut.' Rasulullah SAW. berkata, 'Mengapa tidak engkau tunjuki saya dalam bacaan tadi?" (Riwayat Abu Dawud)

4. Banyak bergerak. melakukan sesuatu dengan tidak ada perlunya (hajat), seperti bergerak tiga langkah atau memukul tiga kali berturut turut, karena orang yang dlam sholat itu hanya disuruh mengerjakan yang berhubungan dengan sholat saja, sedangkan pekerjaan yang lain hendaklah ditinggalkan.

Sabda Rasulullah SAW.:

Dari Ibnu Mas'ud, bahwa Rasulullah SAW. telah bersabda, "Sesungguhnya dalam sholat itu sudah ada pekerjaan yang tertentu (tidak layak ada pekerjaan yang lain)." (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Adapun apabila ada hajat pada perbuatan yang lain, maka tidak ada halangan. Umpamanya sholat sewaktu sangat takut dalam peperangan, atau melihat kalajengking atau ular akan menggigit, maka tidak ada halangan ia bergerak atau melangkah,

Seperti dalam sabda Rasulullah, :

"Rasulullah SAW. menyuruh membunuh kalajengking dan ular ketika sholat. " (Riwayat Abu Dawud dan At Tirmidzi)

Begitu juga gerak sedikit, seperti menggerakan jari atau lidah, karena yang demikian itu tidak mengubah rupa aturan sholat.

5. Makan atau minum. Keterangannya sebagaimana keterangan no. 4 di atas. keadaan makan dan minum itu sangat berlawanan dengan keadaan sholat.

Semoga dengan sedikit tulisan yang dapat saya tulis di dalam blog saya ini, semoga dengan tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang membaca blog ini.
Karena setiap manusia tidak mungkin selalu benar, Saya sebagai penulis mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan Blog ini.

Akhir Kata dari saya,

Wassalamu'alaikum Wr Wb


*Refrensi dari buku FIQH ISLAM yang ditulis H. Sulaiman Rasjid

Wednesday, June 21, 2017

Pepatah arab berkata

0


"Tidaklah kenikmatan dunia berarti apa apa, melainkan bagai setetes besar madu. Maka siapa yang hanya mencicipinya sedikit, ia akan selamat. Namun siapa yang menceburkan diri kedalamnya, ia akan binasa."  ~{ Pepatah Arab }~

Hai sobat muslim! dari perkataan pepatah arab diatas kita bisa menyimpulkan bahwa apabila kamu ingin selamat maka, janganlah kamu berlebih lebihan. Karena Allah Swt sendiri tidak menyukai orang orang yang suka berlebih lebihan.

Semoga dengan sedikit kata kata diatas kita semua bisa saling bermuhasabah/instropeksi terhadap diri kita sendiri.

Wednesday, April 19, 2017

Mengobati jerawat ala Rasulullah S.A.W

3

     Ibnu As-Sunni dalam kitabnya menyebutkan sebuah hadits dari salah seorang istri Nabi S.A.W yang berkata: "pernah, Rasulullah S.A.W berpapasan denganku ketika ada jerawat di jariku. Beliau bertanya, "apakah engkau memiliki dzarirah (arum)?" Saya berkata, "ya" Beliau kemudian melanjutkan, "letakanlah pada jerawatmu, lalu bacalah doa ini :

     Dzarirah (arum) adalah obat india yang terbuat dari rotan arum. Arum mempunyai sifat panas dan kering yang dapat menyembuhkan radang perut dan lever, busung air dan juga memperkuat jantung.
     Dalam Shahihan diriwayatkan, 'Aisyah ra berkata, "saya meminyaki Rasulullah S.A.W dengan tanganku dengan menggunakan dzarirah (arum) pada haji wada' selama ihram dan selainnya."
     Jerawat adalah bisul bernanah yang terjadi akibat zat-zat berbahaya yang mempunyai sifat panas dan sepsis menonjol dikulit sehingga perlu obat untuk mematangkannya dan mendorongnya keluar dari tubuh. Dzarirah memiliki khasiat ini. Dzarirah meredakan panas dari jerawat. Pengarang al-Qanun berkata, "Tak ada obat yang lebih baik bagi api yang membakar dibandingkan dengan dzarirah jika dicampur dengan intisari minyak mawar dan cuka."





*Dari buku ~ Ibn Qayyim Al-Jauziyah ~

Thursday, January 5, 2017

Nikmat Allah

0

Assalamu'alaikum wr. Wb
Di hari Kamis tanggal 6 januari 2017
Kota Kendal yaitu kota yang berada di kabupaten Kendal jawa tengah. Di kota tersebut diguyur hujan yang tidak begitu deras
dan disaat ini aku teringat dengan manusia yang selalu mmm .. mungkin dalam bahasa jawanya selalu sambat dengan apa yang telah diberikan oleh Allah. Apabila manusia diberi panas selalu saja  mengeluh dan meminta diberikan hujan, dan apabila Allah telah menurunkan hujan manusia tetap saja mengeluh dengan apa yang telah diberikan kepada manusia.
Memang benar manusia itu tidak akan pernah puas.
Mungkin saat ini hanya ini yang dapat saya tulis dalam blog ini ..
Sebelumnya maaf kalo pemakain kata saya gunakan kurang tepat atau salah. Silahkan para master blogger yang ingin memberikan saran. Silahkan tulis dalam kolom komentar :-)
Dan terima kasih sudah mengunjungi blog saya :-)
Wassalamu'alaikum wr. Wb

Saturday, October 29, 2016

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net